penanggalan islam

kemarin diskusi seru sama teman kantor terkait dengan perbedaan hari idul adha 1431 H. akhirnya jadi diskusi tentang penentuan awal bulan dalam kalender islam. dan kebetulan tadi pagi dapet link dari milis yang judulnya ‘Memahami Perbedaan Idul Adha 1431H’. menarik, karena mayoritas penduduk indonesia adalah muslim, ormas islamnya banyak, tapi hanya sedikit orang indonesia yang mau memahami mengapa bisa terjadi perbedaan dalam penetapan penganggalan islam (sukanya nggrutu2 aja, hehe).

pertama-tama, ada 2 metode dalam menentukan awal bulan dalam kalender hijriyah

dari http://id.wikipedia.org/wiki/Hisab_dan_rukyat

Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah.

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya matahari, serta ukurannya sangat tipis. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya.

jika merujuk pada hisab saja, 1 Dzulhijjah jatuh pada 6 november sore (ingat, penanggalan islam berganti setiap matahari terbenam/maghrib, bukan pukul 00.00). sedangkan jika merujuk pada rukyat (menunggu sampai hilal bisa terlihat), 1 Dzulhijjah jatuh pada tanggal 7 november sore. sehingga jatuhnya hari idul adha berbeda satu hari.

satu lagi yang menarik yang dibahas dalam artikel tersebut adalah mengenai garis penanggalan bulan. pada penanggalan masehi, daerah yang berada sebelah timur akan mengawali hari lebih awal (sehingga wib akan selalu berada 4 jam lebih awal dari waktu makkah).

namun pada penganggalan islam, yang digunakan adalah garis penanggalan bulan yang dipengaruhi oleh posisi bulan terhadap bumi dan posisi bulan-bumi terhadap matahari (dan betuknya tidak sejajar garis bujur bumi). akibatnya, wib tidak akan selalu lebih awal dari waktu makkah.

waaahhh…ternyata penganggalan hijriyyah jauh lebih kompleks dari yang diduga ya. islam kaya dengan ilmu pengetahuan dan ini artinya umat islam harus lebih banyak berpikir ;)

memang, jika memutuskan sesuatu harus ada dasar ilmunya. ga bisa pakai opini pribadi atau ikut-ikutan saja.

Selamat Idul Adha! :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s