hanya selembar kain itu..

marah dan tersinggung banget baca pernyataan pemimpin partai yang ngaku-ngaku partai dakwah itu.

jadi inget kata-kata Om Cecep, “dulu orang rela masuk penjara demi memperjuangkan jilbab!”

seenaknya aja bilang jilbab “hanya selembar kain”

 

buat Anda-anda kader PKS, lihat tuh pemimpin Anda!

buat semua PKS-ers, kalau orang lain salah, Anda akan teriak paling kenceng. Sekarang “pemimpin” (ga pantes kayanya jadi pemimpin) Anda salah, BERANIKAH ANDA MENGKRITIKNYA???!

Dan please…jangan cari pembelaan atau pembenaran buat pemimpin Anda itu. Ga pantes!

4 thoughts on “hanya selembar kain itu..

  1. Fitnah Soal Pernyataan Presiden PKS

    Senin malam, 1 Juni 2009 yang lalu.

    Saya sedang pergi keluar, mencari makan malam.. Sampailah pesan singkat itu di ponsel saya. Beginilah kutipannya :

    Presiden PKS, Tifatul Sembiring, Majalah Tempo, 7 Juni 2009 : “Apa kalau istrinya berjilbab lalu masalah ekonomi selesai? Apa pendidikan, kesehatan, jadi lebih baik? Soal selembar kain saja kok dirisaukan?”

    Begitulah kutipan beritanya.. Analisisnya? Tenang, masih ada lanjutannya : Astaghfirullah! Bagaimana jika pertanyaan itu dilanjutkan : “Apa kalau capresnya shalat, puasa, zakat, dan berhaji lalu masalah ekonomi selesai? Apa pendidikan, kesehatan, jadi lebih baik?” Sama dengan shalat, puasa, zakat dan berhaji, jilbab itu perintah Qur’an. Demi koalisi dengan SBY-Boediono, Tifatul tega mereduksi perintah Qur’an jadi “soal selembar kain”. Astaghfirullah!

    Pesan singkat di atas tidak saya ubah sama sekali, kecuali beberapa kata yang sebelumnya disingkat, karena untuk kebutuhan SMS memang biasanya orang melakukan penyingkatan kata. Tapi insya Allah isinya demikian adanya.

    Saya cuma geleng-geleng kepala membaca pesan singkat itu. Sayang, pulsa sudah habis untuk menjawabnya.

    Keesokan paginya, dari berbagai milis, berita yang sama pun beredar kembali. Ust. Tifatul Sembiring telah melecehkan kewajiban Muslimah untuk mengenakan jilbab, hanya demi koalisi dengan SBY-Boediono. Begitulah cemoohan orang-orang.. Penjilat, oportunis, pragmatis, berbagai predikat pun melayang bebas. Muncul pula pertanyaan seputar aqidah ust.. Tifatul. Nampaknya inilah titik ekstremnya.

    Sebagai penutup kasus, perlu disampaikan pula bahwa pada sore harinya klarifikasi yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul juga. Seseorang meneruskan pesan singkat yang dikirimkan oleh Ust. Tifatul sendiri kepada seorang ustadz lainnya yang meminta klarifikasi. Begini bunyinya (sekali lagi, penulisan saya benahi karena konteksnya berubah, dari format pesan singkat menjadi format blog) :

    Antum percaya Tempo atau ana? Antum baca deh artikel yang menyerang PKS di Tempo. Dia tanya, “Apakah PKS menekan SBY agar Bu Ani pakai jilbab?”, saya bilang “bukan!”. Dia tanya, “Apakah Bu Ani berjilbab lantaran alasan politik?”, saya jawab “Nggak tahu, tanya langsung ke orangnya!” “Anda ini rewel banget,” kata saya, “urusan selembar kain diatas kepala wanita, die gak pake kerudung ente ributin, dah pake kerudung diributin juga!”. Itu bahasa saya ke Tempo, yang saya tahu wataknya tidak Islami. Nah, percaya siapa?

    Klarifikasi datang, kasus ditutup. Tapi yang ingin saya bicarakan bukan kasusnya, melainkan hal-hal kecil yang seringkali terlupakan di sekitarnya yaitu Ukhuwah dan perlunya Tabayyun

  2. @ k fanny
    hahaha…
    dont know what to say lha
    some of your personalities have already stated my mind😀
    (btw, i do believe you really have those personalities..emang split personalities nih kk :p)

    thanks for the comment btw🙂
    komen-nya the best lah! (lebih panjang dari postingannya malah. xixixixixi)

  3. Hehe … kalog ngerti … sebenarnya itu di atas adalah self talking :

    (Kepribadian 1) : “Anak ini gimana sich teriak2 ga jelas … marah-marah, nyuruh orang ngritik … yang dianya sendiri ga melakuin sesuatu yang konkrit buat memperbaiki keadaan”.

    (Kepribadian 2) : “Hmmmm … kebijakan PKS dan pernyataan-pernyataan publik PKS belakangan ini memang banyak yang aneh”.

    (Kepribadian 3) : “Anak ini diarahkan aja …. kayaknya kalau mau mengkritik, mengkritik keras, dan menghujat …. kenapa gak join di pkswatch.blogspot.com”.

    (Kepribadian 4) : “Hmmmm … tapi kalau dipikir2 … keluhan yang dikeluarkan bukan atas sentimen negatif seperti faktor ketidak sukaan pada PKS, tapi malah kepedulian. Kelihatannya anak ini masih rada care sama PKS tea”.

    (Kepribadian 5) : “Iya yah…. kalau misalnya dia udah ga suka … dia ga akan menyuruh mengkritik. Yang namanya kritik pasti untuk kebaikan. Tipe-tipe dia mah … kalo udah ga suka, paling dicuekin”.

    (Kepribadian 6) : “Halah … paling-paling curhat … ntar juga ketemu bahan pikiran lain, postingannya lupa”.

    (Kepribadian 7) : “Hei friends… jangan judge anak ini dari luarnya … ada orang-orang tertentu yang harus kita ketahui dulu apa-apa yang sudah dia lewati. Hal itu pasti akan mempengaruhi pertimbangannya”.

    (Kepribadian 8) : “Ga usah mikir susah-susah … anak ini kadang bete ga jelas sebabnya. Ingat gak … dulu waktu kapan gitu…. pas mau minta tolong sesuatu ke anak ini….eh… dia ngomel2. Katanya kalo ol, dia ga pernah di sapa, sekali nyapa juga cuma minta tolong”.

    (Kepribadian 9) : “Topik yang dibahas terlalu complicated karena menyangkut banyak hal …. no comment lah …. lihat saja nanti waktu yang akan memberikan jawaban”.

    (Kepribadian 10) : “Ga terlalu tertarik politik … lebih tertarik urusan diet … Kalau kita ga sehat, pikiran juga ga sehat. Karenanya, mari kita atur pola makan yang teratur”.

    (Kepribadian 11) : “Mengacu kepada adaptasi dari teori evolusi oleh John Gray, pada saat nenek moyang laki2 berburu, nenek moyang perempuan diam di gua. Karena itu nenek moyang perempuan lebih banyak berkomunikasi dengan sesama yang tinggal di gua. Hal ini terbawa pada keturunannya yakni perempuan masa kini. Mereka butuh media komunikasi dalam berbagai bentuk untuk menyampaikan isi kepala mereka. Anak ini juga kelihatannya mengikuti nenek moyangnya”.

    (Kepribadian 12) : “Wait … ini bukan pertama kalinya kita melihat uneg2 seperti ini kan? Yah … harus diakui bahwa kondisi sekarang tidak ideal. Letupan-letupan seperti ini akan banyak terjadi. Mudah-mudahan kita bisa memperbaiki seluruh sendi jamaah”.

    (Kepribadian 13) : ” I will change it … and I will never give up breaking the curses”. (mengutip naruto)

    (Kepribadian 14) : “Tak perlu berdebat panjang sesama kita. Perlu kita ketahui, berbagai masalah yang muncul menyangkut kepartaian, bahkan islam secara keseluruhan, itu disebabkan karena runtuhnya salah satu sendi sistem sosial yaitu keluarga. Karena itu, adalah kewajiban bagi tiap-tiap diri untuk membangun sebuah keluarga yang di dalamnya memungkinkan tercipta atmosfer keislaman baik pada diri orang tua, maupun pada anak-anak”.

    (Kepribadian 15) : “Kalian sama sekali belum memberikan solusi pada jeritan hati dan ketidak puasan anak ini …. hmmm … tapi kalau kupikir-pikir … akupun tidak tahu apa yang harus kukatakan pada anak ini. Biarkan saja dia mencari pemuas ketidak puasannya sendiri. Dia akan menemukannya sendiri”.

    (Kepribadian 16) : “Hngh ….. dari tadi aku ingin bilang … anak ini memanfaatkan kalian semua !!!! apa kalian tidak sadar bahwa dia sudah tahu bahwa kalian telah berjanji untuk blog walking secara reguler !!!! Karena itu dia ingin mendapatkan komentar yang banyak dari kalian semua, dengan cara memposting artikel dengan tema yang pernah kalian diskusikan dengan dia”.

    (Serempak ) : “ApaaaaaaAAAAA ???? !!!! ”

    (Kepribadian 1) : “Tch …. kita dimanfaatkan …. ayo pergi !!”

    ……………………………………………….

    …………….. (layar ditutup) ………………..

    ……………………………………………….

    Peace gHina ….😀 … semua komen menggambarkan isi hati kk …. he he ….

  4. : “Anak ini gimana sich teriak2 ga jelas … marah-marah, nyuruh orang ngritik … yang dianya sendiri ga melakuin sesuatu yang konkrit buat memperbaiki keadaan”.

    : “Hmmmm … kebijakan PKS dan pernyataan-pernyataan publik PKS belakangan ini memang banyak yang aneh”.

    : “Anak ini diarahkan aja …. kayaknya kalau mau mengkritik, mengkritik keras, dan menghujat …. kenapa gak join di pkswatch.blogspot.com”.

    : “Hmmmm … tapi kalau dipikir2 … keluhan yang dikeluarkan bukan atas sentimen negatif seperti faktor ketidak sukaan pada PKS, tapi malah kepedulian. Kelihatannya anak ini masih rada care sama PKS tea”.

    : “Iya yah…. kalau misalnya dia udah ga suka … dia ga akan menyuruh mengkritik. Yang namanya kritik pasti untuk kebaikan. Tipe-tipe dia mah … kalo udah ga suka, paling dicuekin”.

    : “Halah … paling-paling curhat … ntar juga ketemu bahan pikiran lain, postingannya lupa”.

    : “Hei friends… jangan judge anak ini dari luarnya … ada orang-orang tertentu yang harus kita ketahui dulu apa-apa yang sudah dia lewati. Hal itu pasti akan mempengaruhi pertimbangannya”.

    : “Ga usah mikir susah-susah … anak ini kadang bete ga jelas sebabnya. Ingat gak … dulu waktu kapan gitu…. pas mau minta tolong sesuatu ke anak ini….eh… dia ngomel2. Katanya kalo ol, dia ga pernah di sapa, sekali nyapa juga cuma minta tolong”.

    : “Topik yang dibahas terlalu complicated karena menyangkut banyak hal …. no comment lah …. lihat saja nanti waktu yang akan memberikan jawaban”.

    : “Ga terlalu tertarik politik … lebih tertarik urusan diet … Kalau kita ga sehat, pikiran juga ga sehat. Karenanya, mari kita atur pola makan yang teratur”.

    : “Mengacu kepada adaptasi dari teori evolusi oleh John Gray, pada saat nenek moyang laki2 berburu, nenek moyang perempuan diam di gua. Karena itu nenek moyang perempuan lebih banyak berkomunikasi dengan sesama yang tinggal di gua. Hal ini terbawa pada keturunannya yakni perempuan masa kini. Mereka butuh media komunikasi dalam berbagai bentuk untuk menyampaikan isi kepala mereka. Anak ini juga kelihatannya mengikuti nenek moyangnya”.

    : “Wait … ini bukan pertama kalinya kita melihat uneg2 seperti ini kan? Yah … harus diakui bahwa kondisi sekarang tidak ideal. Letupan-letupan seperti ini akan banyak terjadi. Mudah-mudahan kita bisa memperbaiki seluruh sendi jamaah”.

    : ” I will change it … and I will never give up breaking the curses”. (mengutip naruto)

    : “Tak perlu berdebat panjang sesama kita. Perlu kita ketahui, berbagai masalah yang muncul menyangkut kepartaian, bahkan islam secara keseluruhan, itu disebabkan karena runtuhnya salah satu sendi sistem sosial yaitu keluarga. Karena itu, adalah kewajiban bagi tiap-tiap diri untuk membangun sebuah keluarga yang di dalamnya memungkinkan tercipta atmosfer keislaman baik pada diri orang tua, maupun pada anak-anak”.

    : “Kalian sama sekali belum memberikan solusi pada jeritan hati dan ketidak puasan anak ini …. hmmm … tapi kalau kupikir-pikir … akupun tidak tahu apa yang harus kukatakan pada anak ini. Biarkan saja dia mencari pemuas ketidak puasannya sendiri. Dia akan menemukannya sendiri”.

    : “Hngh ….. dari tadi aku ingin bilang … anak ini memanfaatkan kalian semua !!!! apa kalian tidak sadar bahwa dia sudah tahu bahwa kalian telah berjanji untuk blog walking secara reguler !!!! Karena itu dia ingin mendapatkan komentar yang banyak dari kalian semua, dengan cara memposting artikel dengan tema yang pernah kalian diskusikan dengan dia”.

    : “ApaaaaaaAAAAA ???? !!!! ”

    : “Tch …. kita dimanfaatkan …. ayo pergi !!”

    ……………………………………………….

    …………….. ………………..

    ……………………………………………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s