suatu hari, di sebuah pojok

Suatu hari, di sebuah pojok.

Ada hati yang menangis kesepian, menunggu sang fajar terbit dan menghangatkan sanubari.

Namun kecewa ketika mendapati keramaian ternyata hanya memperjelas fakta kesepian, merenggut jiwa lebih dalam lagi. Ia kembali menangis dalam keramaian.

Lalu bertanya, “apa yang sebenarnya engkau inginkan?

Beribu jawaban menyeruak namun tak satupun terasa benar. Hanya menyisakan frustrasi akibat kegagalan mengidentifikasi diri.

Hampa.

Getir.

2 thoughts on “suatu hari, di sebuah pojok

  1. sendiri duduk memojok di ujung kamar kecil…menunggu datangnya pagi…ahh…gw banget tuh….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s