pajak oh pajak..

Tanggal 31 Maret nanti adalah deadline penyerahan SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) oleh semua wajib pajak. Karena banyak employee yang belum tahu cara mengisi SPT (berhubung mayoritas baru bikin NPWP setelah sunset policy mulai digembor-gemborkan, atau sudah punya NPWP tapi ga pernah nyerahin SPT), bagian tax di kentor berinisiatif membuat presentasi mengenai cara pengisian SPT.

Saya kebagian jadwal hari Selasa kemarin dan setelah mendapat penjelasan dari bagian tax, yang kerasa adalah: RIBET banget! Mesti ngisi daftar penghasilan, harta, utang, belum lagi kalo ada “kasus2 aneh” yang menyebabkan kurang bayar atau lebih bayar. REPOT!

Tapi positifnya: jadi kerasa status sebagai warga negara. Apalagi setelah tau bahwa lebih dari 70% pemasukan negara itu berasal dari pajak. Pajak-pajak kita inilah yang membuat negara ini punya jalan dan sarana publik lain, punya listrik, bikin sekolah negeri, dllsb. Ga tau diri sekali kita kalau mau menikmati semua ini tetapi tidak mau bayar pajak.

Di sisi lain, jadi concern tinggi sama koruptor-koruptor negara ini, mau koruptor gede maupun kecil. Enak aja makanin duit pajak yang harusnya buat kesejahteraan rakyat. Plus sama PNS-PNS yang hobinya mangkir kerja itu, yang gajinya dari duit pajak juga. Ntah papa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s