sepenggal tentang hari ini

Siang ini ketika berangkat ke kampus, ada sepenggal kisah sederhana yang menyentuh =)

Seperti biasa, dari rumah saya naik ojeg atau becak ke kiara condong, dari situ baru naik angkot ke kampus. Nah, berhubungan ga ada uang kecil (habisa dipake bayar ojeg pas pulang kemaren), saya sengaja belanja dulu ke indomaret yang ga jauh dari pangkalan ojeg, Tapi, karena salah perhitungan, saya tidak mendapat uang kecil yang dibutuhkan. Niatnya sih, uang 50ribu di tangan mau dibelanjakan sesuatu supaya ada uang kecil ribuan (naik ojeg 3ribu). Eh, belanjanya ga tepat, totalnya 10ribu, jadi instead of dapet ribuan, kembalian yang saya terima adalah dua lembar uang 20ribu-an.

Ya, gapapalah, lumayan daripada 50ribu-an. Mungkin aja Mang Ojeg-nya punya kembalian. Pergilah aku ke pangkalan ojeg dan naik salah satu ojeg disana.

Di tengah jalan, ojeg yang saya tumpangi melambat karena ada kendaraan lain dari arah berlawanan. Tanpa disangka, seekor anak kucing (yang lucu ^^) mendekati motor dan berdiam di bawah motor. Lha? lha? Ada apa dengan anak kucing ini ya?

Terpaksa deh Mang ojeg itu berhenti dulu (takut anak kucingnya kelindes) dan kami turun dulu untuk menjauhkan anak kucing itu dari motor. “Bentar ya, neng. Saya pindahin dulu kucingnya”, kata Mang Ojeg. Dia pun memindahkan kucing tsb dari bawah motor ke pinggir jalan tak jauh dari motor. Tapi anak kucing itu selalu kembali mengikuti kami dan menuju bawah motor (entah apa yang dicari). Berkali-kali kami mencoba memindahkan kucing kecil itu, tapi si kucing selalu balik lagi ke bawah motor.

Tapi yang bikin terkesan apa coba? Mang ojeg itu sabar banget, ga kasar sama kucingnya, apalagi marah-marah. Berlaku ramah sama kucing kecil yang makhluk Allah juga =)

Dan setelah mindahin kucing itu jauuuuuh dari motor, akhirnya kami bisa melanjutkan perjalanan..

Nyampe di kircon, saya menyodorkan uang 20ribu yang saya punya ke Mang Ojeg itu.

“Aya angsulan, Mang?”

“Wah, teu acan aya, Neng. Engke heula sakedap nya”

Dan dia jalan kaki ke tempat ngetem angkot untuk menukarkan uang.

Kembali dari menukarkan uang, ia memberi kembalian, 17ribu pas. Berarti dia hanya mengambil 3ribu rupiah, sesuai ongkos normal. Padahal kalo tukang ojeg yang lain kalo gHina kasih pecahan uang besar (5ribu ke atas), kembaliannya selalu kurang. Tukang ojeg yang jujur =)

Know what? Those little things makes my day brighter  ^^

2 thoughts on “sepenggal tentang hari ini

  1. Dulu saya juga pernah ketemu tukang ojek yang baik, pas ke Jakarta, waktu ke kantor IIEF. Tukang ojek ini mau minjemin HP-nya, coba. Waktu itu batere HP saya kan abis. Pengalaman itu dan kejadian2 sesudahnya tidak bisa terlupakan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s