kucing

Baru aja pulang beli makan dari warung tenda depan SR. Satu hal yang bikin suka ke warung itu adalah karena disana banyak kucing dan anak kucing yang sering main ^^ tadi ketemu salah satunya, anak kucing berbulu abu-putih yang cute banget ^^

Saya memang suka kucing, sangat suka. Seringkali, saya menemukan kucing di pinggir jalan atau din perjalanan dan suddenly, saya pengen banget bawa kucing itu pulang ke rumah😀 sudah beberapa kali kejadian, saya nemu kucing di jalan dan dibawa pulang ke asrama (sampe pernah diomelin sama anak astri =P)

Entah sejak kapan saya suka kucing. Mungkin sejak kecil. Soalnya, keluarga ibu saya adalah keluarga peyuka kucing. Mama pernah cerita tentang kucing-kucing yang dipelihara di rumah nenek, dulu. Saya juga pernah punya kucing peliharaan, beberapa kali. Yang paling saya ingat kami beri nama “Gimbal”, karena bulunya panjang dan acak-acakan. Gimbal tinggal bersama kami sejak baru lahir (ibunya adalah kucing liar yang suka berkunjung ke rumah). Dia kucing yang lincah, dan kami paling sering bermain dengan benang wol. DIa akan mengejar gulungan benang wol kemana-mana dan mencakarnya. Pokoknya, dia senang dengan segala benda yang bergerak ^^

Sayang, ketika Gimbal sudah mulai besar, bibi saya terkena virus tokso yang mengakibatkannya harus masuk RS kala mengandung. Untuk mencegah yang lain engalami hal yang sama, semua kucing di rumah harus dibuang, begitu juga Gimbal.

Sejak saat itu, saya menjadi penyuka kucing yang freelance (maksudnya, hanya menjadi penikmat, bukan pemelihara :D). Mulailah kebiasaan memanggil-manggil kalau ketemu kucing dan mengoleksi gambar-gambar kucing =P

liat apa, meng?
liat apa, meng?
siaga satu

siaga satu

this is my avatar

this is my avatar

They’re cute, aren’t they? ^^

Saya mau cerita sedikit tentang cara memperlakukan kucing =)

Pada dasarnya, kucing itu adalah binatang yang sangat mudah bersahabat dengan manusia (disamping anjing). Apalagi, mereka biasanya hidup bersama manusia. Bagaimana cara bersahabat dengan mereka?

Pertama-tama, buat mereka tidak takut denganmu. Caranya? Panggil-panggil, dekati pelan-pelan. Pancing dengan makanan juga boleh (asalkan nanti dikasihin beneran). Setelah mereka cukup dekat, cobalah gapai mereka. Coba disentuh. Dua hal yang perlu diingat: jangan mengagetkan, dan jangan ragu-ragu, PeDe aja. Selanjutnya, ketika kamu sudah berhasil menyentuh kucing itu, cobalah mengelus bagaian kepala dan leher. Kalau sudah sampai bisa mengelus bagian leher, kemungkinan besar kucing itu akan jadi jinak terhadap kita =)

Silakan dicoba… ^^

6 thoughts on “kucing

  1. @ madrid
    hehe…makasih tawarannya. tapi saya prefer jadi penyuka kucing freelance aja😀
    rawat mereka baik-baik y!🙂

  2. di astra ada tuh anak kucing,,,,

    kucing putih yg biasa berkeliaran di salman.

    lucu2, ada enam kalo gk salah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s