hikmah hari ini (3)

Lebih bersyukur dan menghargai

Hikmah besar yang saya dapat hari ini: lebih bersyukur dan menghargai orang lain =)

Ceritanya hari ini dimintain tolong temen untuk ngambilin transkrip, surat keterangan, dan rekomendasi (untuk beasiswa yang sama dengan saya) ke TU prodi-nya (beda prodi sama saya).

Saya datang dan menghadapi seorang bapak TU yang kurang menyenangkan. Sebabnya, dia kesal sama teman saya ini yang minta dibuatkan surat terlalu mendadak. Padahal, aturan di prodinya paling cepat tiga hari untuk pembuatan dokumen. Wah, saya rada tegang juga menghadapi Bapak ini. Tapi ketawa juga dalam hati, soalnya lucu ada orang marah-marah ke orang tidak bersalah (ga berani ketawa beneran =P).

Ternyata, suratnya baru jadi yang transkrip. Yasudah, saya pulang ke lab. Sampai di lab, saya YM temen saya itu dan cerita kejadian tersebut. Teman saya cerita kalau memang TU-nya gitu, suka marah. Dan dia sudah beberapa kali berkasus sama bapak TU itu karena minta surat mendadak.

Pegawai TU seperti ini juga pernah diceritakan sama teman saya di prodinya. Untuk bikin transkrip, harus bayar dan nunggunya lama. Terserah TU-nya mau kerja kapan. Dulu, pernah ada pegawai TU seperti ini juga di Elektro kata angkatan atas.

Saya jadi sangat bersyukuuuuuuuuurrr sekali punya TU yang baik hati. Mas dede dan Pak Oot, selalu melayani dengan senyum (kalo lagi hectic suka baeud juga sih =P), friendly, rajin posting pengumuman di milis, dan menyegerakan keperluan mahasiswa. Kalau bisa selesai hari itu, maka ia akan mengusahakan hari itu juga.  Seperti hari ini. Saya minta transkrip dan surat keterangan, dan kalau Pak Eniman (kaprodi yang ttd) ada, maka seleseilah surat itu secepatnya.

Di lain pihak, saya juga jadi menghargai usaha mereka menyegerakan keperluan mahasiswa, yang tentunya sangat merepotkan. Dari kata-kata pegawai TU di prodi teman saya, “Emangnya saya apa, minta surat ngedadak-dadak”, saya jadi sadar bahwa ia (dan pegawai TU lainnya) juga butuh effort dalam mengerjakan sesuatu. Mungkin Bapak itu ingin lebih dihargai pekerjaannya, sehingga ia tidak ingin permintaan yang mendadak yang kesannya “menyuruh”. Ia juga ingin punya “dignity” dengan prosedural yang dibuat. Biar mahasiswa ga seenaknya.

Ya Allah, terima kasih atas pelajaran-Mu yang berharga..^^

Sekarang tinggal berjuang ngasihin aplikasi ke Jakarta. You go, girl! ^^

2 thoughts on “hikmah hari ini (3)

  1. memang kang dede dan pa oot, dynamic duo, kayanya klo pegawai TU di kampus semuanya seperti mereka, jadi mahasiswa bakal jadi pengalaman yang sangat menyenangkan,,,
    banyak banget bantuan yang dikasi.!!! (ga usah dibeberkan lah, yang penting sangat terbantu)

  2. ini yang makin sering saya temui. orang2 sekarang trend-nya gak nikmatin pekerjaannya. not that i despise them. tapi bagi para konsumen, sikap seperti itu sangat mengganggu.
    dari satu sisi, perusahaan yang mempekerjakan dia seharusnya lebih perhatian sama orang tersebut. salah satu indikatornya adalah kesejahteraan yang baik. ini debatable tapi we all agree on that kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s