sedih (part 2)

akhirnya, diterusin juga ini tulisan =P

jadi kejadiannya, waktu baru pulang belanja di griya (beli barang-barang asrama tuh), gHina liat seorang nenek yang membawa barang yang nampaknya cukup berat. sesekali, nenek itu menghentikan langkah dan menurunkan bawaannya. jadi tergerak..

akhirnya, setelah mengumpulkan keberanian, gHina menyapa nenek tersebut (mau nolong kok pake ngumpulin keberanian dulu. yaaahhh…itulah orang Indonesia). kira-kira beginilah percakapan yang terjadi

“maaf Bu, mau kemana? ”

“ke rumah” (dengan tatapan heran)

“bisa saya bantu dengan bawaannya?” (mencoba tersenyum semanis mungkin)

“nggak…ga usah.. saya bisa sendiri” (dengan tatapan heran yang semakin menjadi-jadi.

Ya Allah…apakah tampang gHina sebegitu mencurigakannya? atau nenek itu sudah tidak percaya lagi dengan lingkungannya, sehingga ia mencurigai orang yang -bahkan- jelas-jelas menawarkan bantuan?

sedih………………

5 thoughts on “sedih (part 2)

  1. mungkin ia khawatir kamu tanya…
    “nek,punya anak atau cucu laki2 yg belum nikah?”…
    ups..becanda…

  2. kali aja nenek itu masih merasa kuat,, nenek2 berharga diri tinggi tuh, hihihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s