‘used to be’

gimana rasanya kl punya teman yg dulu seriiing bgt hang out bareng, cerita, dll.. tp ternyata pas sekarang ketemu, cueknya minta ampun. disapa, tapi kaya orang males jawabnya. ditanya kabar tapi ekspresinya bilang dia annoyed sama kita. padahal, rasanya ga pernah ada masalah di antara kita.

ternyata… there’s such ‘used to be’ a friend..

but it’s for them. not for me..

– @ HP, on my way home to asrama –

6 thoughts on “‘used to be’

  1. tergantung dari sudut mana mandangnya.sy sendiri ga mandang temen ga mungkin ga butuh satu sama lain.but what really binds one human with each other is the feeling of having something in common.

  2. @Gagan
    saling membutuhkan berarti tolong menolong. itu kan ta’awun, dan kata kakak mentor nih, ta’awun itu adalah bagian dari ukhuwah

    @Rifqie
    ya, bukan atas dasar butuh, tapi hal yang lebih mendasar. yang membedakan ukhuwah dari ikatan antarmanusia lainnya, seperti ikatan sesuku, sebangsa, sejurusan, sekampung, termasuk seasrama adalah dasar ikatannya, yaitu iman. kita berukhuwah karena kita punya keyakinan yang sama.

    yup, ukhuwah kita perlu dijaga terus, kalo bisa, selamanya-there’s no such ‘used to be’ in ukhuwah

  3. ukhuwah adalah ketika kita menyayangi orang bukan atas dasar “butuh”. ummm…berarti akan sangat sulit ya, menyayangi saudara kita seperti kita menyayangi diri sendiri.

    but i believe in ukhuwah. i think, i have felt it once. once? ya….sepertinya ukhuwah juga perlu dijaga =P

    btw, kalo sama teman asrama itu ukhuwah juga kan.. =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s