kuliah filosofis part2

jumpa lagi dengan kuliah filosofis😀

Dalam kuliah filosofis part2 kali ini kita akan berbicara mengenai “filosofi neneknya Pak Syafri

Jadi, apakah yang dimaksud dengan filosofi neneknya Pak Syafri ini???

Ok, mari kita simak bersama-sama🙂

Sesuai namanya, filosofi kali ini merupakan suatu filosofi yang dianut oleh neneknya Pak Syafri. Lalu, ada apa dengan neneknya Pak Syafri???? Menurut cerita Pak Syafri – yang ternyata orang Minang – nenek beliau memiliki sebidang tanah sawah yang cukup besar. Nah, pada setiap panennya, prinsip yang dianut oleh nenek Pak Syafri adalah memisahkan sebagian hasil panen untuk kebutuhan rumah terlebih dahulu. “Jadi tidak usah khawatir beli beras sepanjang tahun”, ujar beliau. Jadi, inti dari prinsip ini adalah mengutamakan kebutuhan rumah tangga sendiri sebelum menjual.

Nah, lalu apakah aplikasi filosofi ini????

According to Mr. Syafri, harusnya Indonesia juga menganut filosofi neneknya tersebut. Beliau memberi contoh beberapa kebijakan yang tidak bijak dari Indonesia, seperti kebijakan ekspor minyak, padahal kebutuhan minyak dalam negeri belum terpenuhi. Pemerintah berupaya mengejar devisa dari ekspor sebanyak-banyaknya, tetapi ujung-ujungnya industri dalam negeri harus impor minyak dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga minyak yang diekspor. Ujung-ujungnya lagi, Indonesia sendiri yang dirugikan..

Yup, filosofi yang cukup menarik..🙂

Sampai jumpa di kuliah berikutnya😀

4 thoughts on “kuliah filosofis part2

  1. Tergantung kebutuhan juga…
    Kalo lebih butuh duit (buat bayar kontrakan, misalnya…), mending dijual aja berasnya…
    kali2 dimasa mendatang dapet rezeki lagi…

    -vyx-

  2. hmmm…..emang di indonesia ada tempat pengolahan minyak mentah jadi minyak “masak” ya? kalo gak salah sih, gak ada. atau salah ya?
    ya terlepas dari itu, prinsip itu asa kurang pas menurut saya. asa terlalu dangkal gitu.ups….maaf, bukan saya ngerendahin yang punya prinsip ini. tapi mungkin prinsip ini cuma berlaku untuk beras doang. untuk hal lain seperti minyak, atau lainnya mungkin ada itung-itungannya lagi yang gak sederhana. yaah, ini cuma sekedar pendapat.
    tapi satu hal yang kena ke saya…….”mengutamakan kebutuhan rumah tangga sendiri sebelum menjual”. yang penting mah, dapur tetap ngebul :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s