aura positif

naaahhh….ini dia kunci bahagia: menanamkan aura positif pada diri sendiri dan menebarkannya pada orang lain.

naaahhh…memperoleh aura positif itu ternyata harus dengan membangun segala sesuatu yang positif: pikiran positif, ucapan positif, dan perbuatan yang positif. Ketiganya harus selaras. Salah satu saja tidak selaras, maka ritme kepositifan kita akan terganggu (ceileeee…ritme…).

Sebagai contoh, dalam bekerja, pikiran kita sudah mau diajak kompromi untuk positif, fisik juga fit untuk berbuat positif. Tapi sekali terlontar kata yang kurang positif seperti “males ah”, “aduuuh….emang ini harus dikerjain sekarang ya?” de el el de es te, maka hancurlah ritme positif kita. Dan energi aktivasi pembentukannya lumayan gede lho (setidaknya itu yang saya rasakan =P).

Saya, selama ini, merasa sangat sulit untuk membentuk aura positif. Hanya di waktu-waktu tertentu saya bisa ber-aura positif dalam jangka waktu yang lama (kasian bgt y…). Huhu….inilah nasib orang yang sering dikendalikan oleh mood-nya… =( Yang ngga lucunya, aura positifnya sering kali hilang akibat faktor eksternal. Misalnya, omongan orang yang negatif, suasana yang tidak mengenakkan, dll.. (huhu… alesan ya? padahal stimulus itu netral, raksi kita yang membuat dia negatif/positif). Pengan banget lho selalu ber-aura positif, bikin hati selalu bahagia, dan bisa awet muda (hahaha…)

Tapi, sejak pulang kemarin, alhamdulillah auranya jadi lebih positif (thanks, Mom ^^). I want to keep it this way ^^

Tekad: nothing will destroy my positivity :D

Ada tips menghadirkan aura positif ga? Keywords mungkin? Pengalaman?

~ by rifqie on June 30, 2008.

5 Responses to “aura positif”

  1. klo gua sih gin, inget hadist yang bilang
    “aku seperti prasangka hambaku”
    makanya suka gak mau berpikiran negatif dan putus asa,
    ya itu bagian dari menumbuhkan aura positif juga sih

  2. @ ju
    bisa..bisa… nothing is impossible, right? ^^
    coba tanya deri aja caranya ;)

  3. itu sih udah bawaan dari kecil…
    masih bisa diperbaiki ga, ya?

  4. makanya kang jul, badannya jangan bungkuk kek gitu… tegakkanlah badannya…

  5. ada, di blog saya, judulnya Aku Bahagia :)

    ada tips praktis, jadi inget pas LMD 162. Pak Asep bilang, emosi juga bisa dipengaruhi kondisi fisik dan sikap tubuh. Misal, kalo badan membungkuk dan kepalan menunduk, biasanya sangat mendukung pikiran yang negatif dan inferior

    nah, kalo badan ditegakkan, kepala diangkat, dan senyum. pikiran pun akan lebih mudah berpikir hal-hal yang positif

    begitulah…

Leave a Reply