mommy wannabe

kebodohan

July 18, 2008 · 1 Comment

sudah

lupakan, buang, hilangkan

memang begitu adanya.

konsentrasi

perhatikan

betapa banyak yang kau punya

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al Baqarah)

→ 1 CommentCategories: personal

yosh!

July 14, 2008 · 1 Comment

yosh! itekimasu!
berangkat ke jakarta nih.. walaupun personal statement blm beres.. hehe..
di kelas bisnis ga enak trnyata,soalnya boleh ngerokok =( tapti asyiknya, bisa denger suara keretanya dan merasakan udara luar =)

yosh.. wish me luck! ^^

→ 1 CommentCategories: Uncategorized

hikmah hari ini (3)

July 14, 2008 · 2 Comments

Lebih bersyukur dan menghargai

Hikmah besar yang saya dapat hari ini: lebih bersyukur dan menghargai orang lain =)

Ceritanya hari ini dimintain tolong temen untuk ngambilin transkrip, surat keterangan, dan rekomendasi (untuk beasiswa yang sama dengan saya) ke TU prodi-nya (beda prodi sama saya).

Saya datang dan menghadapi seorang bapak TU yang kurang menyenangkan. Sebabnya, dia kesal sama teman saya ini yang minta dibuatkan surat terlalu mendadak. Padahal, aturan di prodinya paling cepat tiga hari untuk pembuatan dokumen. Wah, saya rada tegang juga menghadapi Bapak ini. Tapi ketawa juga dalam hati, soalnya lucu ada orang marah-marah ke orang tidak bersalah (ga berani ketawa beneran =P).

Ternyata, suratnya baru jadi yang transkrip. Yasudah, saya pulang ke lab. Sampai di lab, saya YM temen saya itu dan cerita kejadian tersebut. Teman saya cerita kalau memang TU-nya gitu, suka marah. Dan dia sudah beberapa kali berkasus sama bapak TU itu karena minta surat mendadak.

Pegawai TU seperti ini juga pernah diceritakan sama teman saya di prodinya. Untuk bikin transkrip, harus bayar dan nunggunya lama. Terserah TU-nya mau kerja kapan. Dulu, pernah ada pegawai TU seperti ini juga di Elektro kata angkatan atas.

Saya jadi sangat bersyukuuuuuuuuurrr sekali punya TU yang baik hati. Mas dede dan Pak Oot, selalu melayani dengan senyum (kalo lagi hectic suka baeud juga sih =P), friendly, rajin posting pengumuman di milis, dan menyegerakan keperluan mahasiswa. Kalau bisa selesai hari itu, maka ia akan mengusahakan hari itu juga.  Seperti hari ini. Saya minta transkrip dan surat keterangan, dan kalau Pak Eniman (kaprodi yang ttd) ada, maka seleseilah surat itu secepatnya.

Di lain pihak, saya juga jadi menghargai usaha mereka menyegerakan keperluan mahasiswa, yang tentunya sangat merepotkan. Dari kata-kata pegawai TU di prodi teman saya, “Emangnya saya apa, minta surat ngedadak-dadak”, saya jadi sadar bahwa ia (dan pegawai TU lainnya) juga butuh effort dalam mengerjakan sesuatu. Mungkin Bapak itu ingin lebih dihargai pekerjaannya, sehingga ia tidak ingin permintaan yang mendadak yang kesannya “menyuruh”. Ia juga ingin punya “dignity” dengan prosedural yang dibuat. Biar mahasiswa ga seenaknya.

Ya Allah, terima kasih atas pelajaran-Mu yang berharga..^^

Sekarang tinggal berjuang ngasihin aplikasi ke Jakarta. You go, girl! ^^

→ 2 CommentsCategories: Uncategorized

hikmah hari ini (2)

July 14, 2008 · 2 Comments

Go for it!

Words of the day: go for it! ^^

Kata-kata ini yang terngiang dari tadi pagi. Kata-kata yang saya ucapkan kepada teman tadi pagi, bahkan sebelum Bu Ayi mengatakan hal yang sama pada saya.

Yups. Go for it!

Ada baiknya juga saya disuruh pak nanang menyiapkan surat lamaran ke PLN hari Jum’at kemarin. Padahal, waktu tinggal 1 jam 15 menit lagi. Akhirnya toh, saya jadi tidak terlalu ribet mikirin segala sesuatu. Just do it! Ngurus surat keterangan sehat yang biasanya buat saya menyusahkan, jadi ga terlalu dipikirin. Yasudah, jalani saja. Akhirnya, semua kelengkapan selesai dalam satu jam, setelah berpeluh bolak-balik kemana-mana (sa’i, kaya hari ini, insyaAllah ^^).

Bener. Kadang kita memang harus Judt do it, go for it! Jangan mikir terlalu banyak, mulailah berbuat. Seperti kata Morita-san dalam honey and clover yang kira-kira gini, “Jangan mikir terlalu lama tentang jalannya. Mulailah bekerja dan kamu akan menemukan jalan itu” =)

Saya, sering sekali, mikir lamaaaaaaaaaaa banget untuk melakukan sesuatu. Akhirnya? ragu, bahkan ga jadi. Malah wasting time.

Ada waktunya mikir, ada juga waktunya “yasudah, lakukan saja”.

Iya, gHin. U need to just “go for it!” more often =)

→ 2 CommentsCategories: Uncategorized

hikmah hari ini (1)

July 14, 2008 · 3 Comments

Bismillahirrahmanirrahim…

Teman-teman, hari ini rasanya hari yang luar biasa, luar dari biasanya. In a positive way, alhamdulillah ^^

Hari ini direncanakan bakal hectic banget. Soalnya, baru inget tadi malam bahwa besok adalah batas waktu pengumpulan aplikasi beasiswa IELSP. Baru nge-print formulir, ngisi, nyiapin dokumen-dokumen yang tentunya jauh dari lengkap. Alhamdulillah, satu dokumen (surat keterangan masih mahasiswa) sudah kuselesaikan jauh-jauh hari. Tapi kok masih ada yang kurang y? Di surat itu, tidak dicantumkan bahwa aku belum menempuh sidang kelulusan. Jadi ragu. Yasudah, bismillah, kalau sempat, buat yang baru saja ke Mas Dede (TU EL). Kalau ngga sempat, pakai yang ini saja.

Transkrip juga ga update, cuma sampai semester lalu. Ok,kalau sempat, minta yang baru. Kalau tidak yasudah. Jadi teringat juga dengan surat rekomendasi yang belum diambil (dan belum ada kabarnya). Belum lagi rencanaku untuk mencari satu surat rekomendasi lagi. Harus diurus hari ini pokoknya!

Tadi malam, saya sudah merencanakan persiapan ke-hectic-an hari ini. Dokumen yang harus diurus, plus rutenya. Keren, kan? =P

Pagi-pagi, saya menelepon Bu Ayi, dosen writing waktu TPB, untuk minta rekomendasi. Alhamdulillah beliau bersedia, tp blm menentukan waktu. Ke sostek, meu bertemu Bu Lusi, dosen PKIT yang sudah saya minta rekomendasinya via email. Sayang, beliau sedang keluar. Kemudian, ke lab untuk fotokopi dan nge-print dokumen. Tiba-tiba Bu Lusi menelepon, minta saya datang ambil surat rekomendasi jam4 di sostek. Alhamdulillah… Terus ke TU nanya apakah bisa bikin surat keterangan dan transkrip yang jadi sehari. Alhamdulillah, mas dede ngejanjiin bada istirahat makan siang sudah bisa diambil ^^

Perjalanan berlanjut. Kali ini, transfer ke BNI untuk minta TOEFL score report (yang asli udah dipake untuk Fulbright). Mulai panik…mulai panik…. ternyata ga bisa jadi besok! Huaaaaa….bisa gagal nih. Tapi setelah dihubungi lagi, ternyata panitia IELSP bilang TOEFL-nya boleh nyusul. Alhamdulillah…^^

Saatnya pergi beli tiket ke stasiun. Pilih yang bisnis aja ah, pengen nyoba. Lebih murah lagi :D Dapet deh, tiket Parahyangan kelas bisnis pukul 06.35. Alhamdulillah….^^ Saya sempat menikmati jalan kaki dari pintu stasiun utara ke stasiun timur untuk nyari angkot stasion. The scene was beautiful =)

 Singgah dulu di asrama untuk sholat dzuhur. Setelah sholat, nyoba ngontak Bu Ayi. Ternyata, Bu Ayi sedang di perjalanan dan kami janjian ketemu di GKU Barat antara pukul 1-3. Berita ini membuatku bersemangat dan segera kembali ke lab. Sebelumnya, mampir ke BNI untuk transfer ke IIEF untuk ngambil TOEFL yang tadi blm jadi. Ga pake ngantri! Alhamdulillah… ^^

Sampai di lab, nyiapin form rekomendasi dan CV untuk Bu Ayi. Sempet ngenet bentar sebelum ke GKU Barat. Form ditinggal (karena Bu Ayi bilang ambil j3 di ISO), saya pulang ke lab. Baru sampai lab, saya baru inget harus ngambil transkrip dan surat keterangan. Balik lagi ke Labtek 7 deh. Alhamdulillah….mas dede memenuhi janjinya. Makasih, mas dede =)

Balik ke lab, ga lama kemudian Bu Ayi telpon, ternyata Ibu sudah di ISO, lebih cepat dari rencana. Langsung deh lari ke ISO. Ibu ngasih rekomendasi di amplop plus doa, plus kata-kata, “Go for it!’. Makasih bu…^^

Balik ke lab, saya baru ingat belum makan siang :D Makan siang dulu dan ngenet. Ga lama kemudian, udah jam4. It’s time to meet Miss Lusi. Cepat-cepat ke sostek, surat rekomendasinya sudah selesai, tinggal di-print. Miss Lusi sempet ngobrol dan ternyata………….masih ingat tentang kelas saya! Kelas yang diajarnya setahun yang lalu ^^ Plus ngasih penyemangat, “Good luck, gHina..” Huaaaaa……thank you, Miss…. ^^

It’s a wrap =) Here i am, nge-blog.

Because today is such a beautiful day, wonderful day…

I even see a rainbow at the water fountain =)

Thank you, Allah… Thank you,all…

PS: coba hitung berapa buah kata alhamdulillah dan smiley di postingan di atas =)

→ 3 CommentsCategories: Uncategorized

Etika

July 13, 2008 · 2 Comments

Secara sederhana, menurut definisi saya sendiri, etika merupakan suatu hal yang mengajarkan tata cara melakukan sesuatu. Bukan tata cara praktis, tetapi lebih ke tata cara dalam hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Beberapa hari ini, hal etika ini melekat terus di benak saya. Alhamdulillah kesampaian juga untuk menulis di blog untuk sharing apa yang ada di pikiran saya.

Menurut saya, semua hal yang kita lakukan, ada etikanya. Dan etika ini merupakan suatu konvensi (hukum tidak tertulis) yang dibentuk oleh masyarakat atau komunitas tertentu.

Terlebih dahulu, saya akan sharing beberapa hal yang membuat saya teringat pada kata ini :)

Etika masuk ke rumah orang. Hmmm…kalau ini sebenarnya bukan konvensi lagi, tetapi sudah ada di dalam hukum tertulis. Kasusnya, kira-kira satu minggu yang lalu, rumah saya di Bekasi Utara kebobolan. Belakangan, ketika saya sudah pulang, saya tahu bahwa tidak ada barang yang hilang di rumah. Hanya ada “pesan” yang ditulis dengan menggunakan spidol di atas taplak meja makan kami oleh si pembobol pintu dan jendela rumah kami

Bu Tina,

Tadi malam di kampung ada maling

Salam,

****

What kind of message it was?

Setelah diselidiki, ternyata **** ini hanya seorang anak kecil berusia sekitar 7-8 tahun. Hah? mana mungkin anak usia segitu membobol pintu dan dua jendela yang sepertinya menggunakan linggis. Sepertinya ada orang lain yang ada di belakang hal ini.

Ketika mengobrol, mama bercerita padaku, ternyata tetangga kami di bagian belakang rumah sudah beberapa kali masuk ke rumah tanpa izin, tapi tidak sampai membobol rumah. Halaman belakang rumah kami yang penuh dengan pohon buah-buahan ternyata menarik perhatian mereka. Seringkali, ketika ada mangga atau nangka berbuah, mereka manjat pagar belakang rumah kami, dan mengambilnya tanpa izin. “Pagi-pagi mama sudah lihat daun-daun pohon mangga berserakan di mana-mana. Mangganya sudah hilang semua”, kata mama.

Saya jadi bertanya-tanya, apakah orang-orang ini tidak pernah diajari etika masuk ke rumah orang lain?

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. (QS An Nuur : 27)

Etika menatap orang (?). Hal ini terpikir ketika saya pulang dari Cimahi beberapa hari yang lalu. Saat itu, saya naik angkot Sadang serang - Caringin di daerah Rajawali. Ketika naik, ada seorang ibu yang menatap saya dengan lekat. Dan ia mengulangi tatapannya dari ujung jilbab sampai ujung kaki. Saya sampai merasa tidak enak. “Is it something wrong with me?” saya bertanya-tanya. Tetapi, ternyata, ia berlaku demikian tidak pada saya saja. Semua orang yang naik angkot dipandanginya dengan tatapan seperti itu, yang saya lihat juga membuat mereka tidak nyaman.

Hal ini membuat saya bertanya-tanya, bagaimana seharusnya etika dalam memandang orang lain?

Etika meminjam barang milik orang lain. Hal ini lekat sekali dengan kehidupan sehari-hari. Sebenarnya, kasus ini saya temui ketika saya mulai masuk ke asrama. Selama saya tinggal di rumah tante, walaupun saudara, kami terbiasa meminta izin ketika meminjam barang maupun masuk ke kamar yang bukan milik kita. Sehingga, saya sempat kaget ketika barang saya dipinjam tanpa izin di asrama :D tiba-tiba gelas, sendal, buku-buku saya berpindah tempat tanpa saya ketahui. Malah, saya menemukan gelas saya sudah tidak bernyawa (pecah maksudnya), tanpa saya pernah merasa dimintai pinjam.

Saya bertanya-tanya, bagaimana seharusnya etika terhadap barang milik orang lain?

Ya, tiga kasus di atas sepertinya cukup. Banyak orang berpendapat bahwa masalah etika itu relatif, tergantung masyarakat di sekitarnya. Memang benar, karena etika dibentuk berdasarkan konvensi masyarakat. Namun, ada nilai-nilai universal yang saya rasa berlaku bagi semua masyarakat. Dan islam mengatur nilai-nilai universal tersebut.

Btw, dari ketiga kasus tersebut, saya merasakan sulitnya berinteraksi dengan orang yang memiliki nilai berbeda dengan diri kita. It’s frustrating sometimes. Ketika kita berpikir A, tetapi orang lain berpikir B mengenai suatu hal, karena perbedaan kebiasaan.

Dari kasus di atas, mungkin orang-orang yang saya hadapi memilik pandangan berbeda tentang etika masuk ke rumah orang lain, menatap orang, dan meinjam barang orang lain. Yang saya yakini, hal itu semua berawal dari pola asuh di keluarga sejak kecil.

Semoga saya bisa menjadi orang tua yang mengasuh anak-anak saya dengan baik kelak.. Amiin….

→ 2 CommentsCategories: Uncategorized

time

July 7, 2008 · 6 Comments

it’s all the matter of time, right? =)

time. both exciting ang torturing for me.

time will heal everything and it’s surprising. that’s the exciting part.

in other hand, i hate waiting time. that’s the torturing part =P

but the most torturing one is this question,

“is it the right time?”

how can we possibly know whether it’s the right time or not?  haha….

yesterday is a history

tomorrow is a mistery

and today is a gift… that’s why we call it present.

so….just cherish your present =)

written while waiting. it’s so torturing =P

→ 6 CommentsCategories: Uncategorized

it’s just me

July 7, 2008 · 5 Comments

“can u describe urself in one word?” *hmmm…susah kan jawab pertanyaan gitu?*

but i think i will choose “curious”

always. i always be curios about everything.

is it bad? is it good?

it is good sometimes, that u gain passion to do something from ur curiosity. but it is bad sometimes, that ur coriosity may torture u (i often experienced so). or worse, ur curiosity may torture someone else..

i’m sorry. i think it’s just me..

→ 5 CommentsCategories: personal

pas banget! ^^

July 5, 2008 · 9 Comments

tadi ga sengaja lagi googling dan nemu link ke blog ini dan nemu puisi yang pas banget dengan keadaan saya saat ini..

Caiyo Dear

It only needs
a step further,
a single drop of sweat,
a short time to spend,
a little jump to pass the gap,
a nice song to cheer up,
a smile,
an action to type on keyboards.

Big reward is waiting for you.
So big big big.

It is on the other part of the ocean.
Only a step away.
So croos by and you`ll find your way to our lovely and warm castle.

I wait and pray for you eagerly.

Caiyo dear!

@Oubaku

Caiyo, gHin… one more step to the graduation =)

Jadi ngebayangin, andai ada yang yang ngirim puisi itu khusus untuk gHina ;)

→ 9 CommentsCategories: Uncategorized

menasehati, tapi tidak berbuat

July 4, 2008 · 7 Comments

Pernahkah teman-teman merasakan, dinasehati sesuatu oleh seseorang, tetapi ternyata orang tersebut juga melanggar hal yang ia katakan?

I really hate that kind of person, really..

Dan saya sering mengalami itu. Giliran nasehatin, dia ngomong panjang lebar, “gHina, jangan gini, karena bla…bla…bla…”. Tapi, ternyata dia ngelanggar omongannya sendiri. Dan saya, biasanya, akan menyindir (dengan agak sarkastis). Dan dia akan mengungkapkan sejuta alasan untuk mentolerir perbuatannya. Aaaaarghhh…..

Di tahap lebih lanjut, efek dari orang-orang seperti itu adalah: saya tidak akan mau mendengarkan apa pun omongannya. Mau nasehatin apapun, ga akan saya anggep. Maaf aja.

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (QS Ash Sahff : 2-3 )

Hikmah: think twice before you talk and blame someone, try to see something from different sides.. never think yourself as always-right person.

PS : Maaf kalo ada yang kesindir (mungkin saya juga)

→ 7 CommentsCategories: personal